Arini

Mira W.'s classic romance novel to transformed into a modern one with Morgan Oey and Aura Kasih.
Opens April 5.

Partikelir

Pandji Pragiwaksono tries an investigative buddy as his directing debut.
Opens April 5.

Rampage

Dwayne 'The Rock' Johnson to tame his beloved silver gorilla gone wild.
Opens April 10.

The Avengers: Infinity War

The Avengers gank to face the almighty, Thanos.
Opens April 25.

Reuni Z

Soleh Solihun to direct his second movie as a zombified reunion.
Opens April 12.

Saturday, March 16, 2019

Review Film menurut ViJo
(Read this first to understand The Jose Movie Review)

The Jose Movie Review
Entah sejak kapan saya mulai menulis review film-film yang pernah saya tonton. Kalau tidak salah sejak jaman Friendster mungkin yah. Waktu itu saya menggunakan fitur “Review”. Lantas ketika Facebook merebak, saya menggunakan fasilitas “Notes”. Enaknya, di “Notes” Facebook saya punya space lebih banyak untuk menjabarkan apa yang ada di otak saya tentang film-film yang saya tonton. Banyak yang suka dan rajin membacanya, tapi tentu saja ada juga yang membencinya dan menganggap saya sok pintar serta sok tahu soal film. Keadaan itu memuncak ketika saya mengkritik orang-orang yang segitu tergila-gilanya dengan 2012 dan Twilight Saga. Bahkan ada teman dekat yang lantas mengunfollow Twitter saya gara-gara saya mengatakan Twilight Saga sebagai film ababil. What??? What’s happened to these people??? But that’s okay, banyak juga koq yang mendukung saya untuk menuliskan buah-buah pikiran saya tersebut. “Biarin lah, setiap orang berhak punya opini,” begitu hibur mereka.
Yes, he’s right! Tiap orang berhak punya opini! Kenapa saya tidak boleh punya opini bahwa Transformers dan Twilight Saga adalah film sampah, sementara mereka yang mengatas-namakan penonton mayoritas merasa fine-fine saja mencaci maki film semacam Watchmen dan film-film berkelas Oscar hanya dengan alasan “membosankan”? Padahal jelas-jelas di setiap review, saya menyertakan argumen yang kuat dan objektif kenapa saya menyukai atau tidak menyukai suatu film. Sekarang siapa sih yang sok pintar? Siapa sih yang shallow?
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, March 15, 2019

The Jose Event Review
Sensasi Benar-Benar
Dikelilingi Adegan Film
di Format ScreenX

Pengalaman sinematik terus-terusan mengalami perkembangan dengan berbagai varian yang menawarkan pengalaman lebih. Setelah 3D, IMAX, Sphere X, 4DX, dan Starium, satu format lagi yang turut memberikan semakin banyak pilihan format bagi penonton Indonesia; Screen X. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, April 12, 2018

The Jose Flash Review
Rampage

Masih ingat video game berjudul Rampage di konsol Atari, Nintendo, Sega, atau komputer PC era ’80-an? Ya, pemain bisa memilih memainkan karakter George, King Kong raksasa, Lizzie, kadal raksasa, atau Ralph, serigala raksasa, untuk menghancurkan kota demi naik level. Game yang terus berevolusi hingga era 2000-an ini akhirnya berhasil diyakinkan oleh Warner Bros. untuk difilmkan sejak 2009, seiring dengan akuisisi sang produsen, Midway Games oleh mereka senilai US$ 33 juta. Tahun 2011 rencana pengembangan film layar lebarnya pun diumumkan dengan Dwayne ‘The Rock’ Johnson dipilih sebagai pemeran utama, sementara Brad Peyton dipinang untuk duduk di bangku sutradara. Adapun ini merupakan kali ketiga Johnson bekerja sama dengan Peyton setelah Journey 2: The Mysterious Island dan San Andreas. Lini pemeran pendukung pun kemudian diisi oleh nominee Oscar 2017 untuk kategori Best Supporting Actress di Moonlight sekaligus salah satu Bond girl di Skyfall, Naomie Harris, Malin Akerman (Watchmen, Rock of Ages), Jake Lacy (Carol, Miss Sloane), dan Joe Manganiello (Magic Mike). Dengan jadwal rilis hanya beberapa minggu setelah Pacific Rim: Uprising yang bertema serupa, Rampage punya lebih banyak ‘daya jual’ yang sebenarnya cukup menjanjikan tontonan blockbuster yang dahsyat di balik tipikal film Dwayne Johnson yang mungkin bisa menyebabkan antipati dari beberapa penonton.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Monday, April 9, 2018

The Jose Flash Review
Jelita Sejuba:
Mencintai Kesatria Negara

Mungkin banyak dari kita yang pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi istri seorang prajurit negara. Harus sering ditinggal dinas di berbagai lokasi yang jauh dalam jangka waktu lama, belum lagi ditambah tidak ada jaminan pasti akan pulang dalam kondisi selamat atau tidak. Namun agaknya belum banyak yang benar-benar mengetahui yang sesungguhnya selain mereka yang pernah menjalani sendiri atau punya kenalan keluarga prajurit. Pemikiran inilah yang membuat produser eksekutif Krisnawati tergerak untuk mengangkatnya ke sebuah film. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Blackmail
[Blackमेल]

Tak banyak genre komedi gelap atau black comedy hadir di sinema Hindi. Maka apa yang ditawarkan Abhinay Deo lewat Delhi Belly (2011) membawa kesegaran tersendiri. Terbukti tak hanya dihujani pujian dari para kritikus tapi juga mencetak box office yang tergolong super hit (menghasilkan ₹100 crore dari budget ‘hanya’ ₹25 crore). Setelah bermain-main dengan genre action thrillre lewat Game dan Force 2, tahun 2018 ini Deo kembali ke akarnya lewat Blackmail. Didukung aktor sekaliber Irrfan Khan (Life of Pi, Jurassic World, Slumdog Millionaire, dan The Lunchbox), Kirti Kulhari (Shaitan, Pink), Arunoday Singh (Jism 2, Mohenjo Daro), Omi Vaidya (3 Idiots), hingga Anuja Sathe (Bajirao Mastani), Blackmail lagi-lagi menjanjikan ide cerita yang sederhana tapi menarik.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Sunday, April 8, 2018

The Jose Flash Review
A Quiet Place


Selama ini kita mengenal nama John Krasinski sebagai aktor dari serial TV populer, The Office, atau berbagai film drama romantis seperti It’s Complicated dan Something Borrowed. Siapa sangka ternyata sebenarnya ia pernah duduk di bangku penyutradaraan meski untuk film-film kecil dengan peredaran terbatas, yaitu Brief Interviews with Hideous Men (2009) dan The Hollars (2016). Namun statusnya sebagai sutradara agaknya naik kelas di tahun 2018 ini lewat film mayor pertamanya, A Quiet Place (AQP), sebuah thriller hasil ide dari Bryan Woods dan Scott Beck yang sempat dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh naskah terbaik tahun 2017 versi daftar Tracking Board. Krasinski lantas menulis ulang naskah yang tadinya hanya punya satu kalimat dialog tersebut dan menggandeng sang istri di kehidupan nyata, Emily Blunt untuk mengisi peran utama bersama dengan dirinya, didukung aktris cilik tuna rungu, Millicent Simmonds yang belum lama ini kita lihat di Wonderstruck dan Noah Jupe yang sempat kita lihat penampilannya di Wonder. Ditambah Michael Bay yang ada di jajaran produser, AQP menjadi sebuah sajian original (non-franchise) yang menarik perhatian para penggemar genre horor maupun thriller.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Wednesday, March 21, 2018

The Jose Flash Review
Pacific Rim: Uprising

Meski Hollywood tergolong terdepan dalam hal visual effect, tapi tema mecha (robot) dan kaiju (monster raksasa) agaknya kurang begitu populer di Amerika Utara jika dibandingkan negara-negara Asia, terutama Jepang. Di saat Jepang punya puluhan judul franchise di tema tersebut, Amerika hanya punya Transformers (itupun sebenarnya hasil kerjasama Amerika dan Jepang) yang benar-benar bisa dianggap punya pengaruh besar selama beberapa dekade dan sukses secara komersial. Maka sebenarnya adalah langkah berani ketika Legendary Pictures memberi lampu hijau atas konsep franchise baru yang disusun oleh Travis Beacham dan kemudian diperkuat oleh Guillermo del Toro yang dikenal sebagai master of creature modern untuk menantang kedigdayaan Transformers dengan budget mencapai US$ 190 juta. Pendapatannya di Amerika Utara saja mungkin memang ‘hanya’ US$ 101.8 juta, tapi siapa sangka mampu mencapai US$ 309.2 juta di pasar internasional, termasuk Cina yang menyumbangkan box office terbesar, yaitu mencapai US$ 114.3 juta sendiri. Sebuah kasus langka yang tidak boleh dianggap remeh begitu saja.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, March 20, 2018

The Jose Flash Review
Sherlock Gnomes

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Raid

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
A Wrinkle in Time

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Sunday, March 18, 2018

The Jose Flash Review
The Strangers: Prey at Night

Lihat data film ini di IMDb.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates