Blade Runner 2049

Ryan Gosling continue the replicant's tale as the next generation, K.
Read more.

Geostorm

Gerard Butler, Ed Harris, Andy Garcia, Jim Sturgess, and Abbie Cornish was stuck in an unprecedented series of natural disasters threat.
Read more.

Happy Death Day

What if you have to keep repeating the day you die, which also your birthday, again and again?
Opens Oct 18.

One Fine Day

Jefri Nichol and Michelle Ziudith to paired up against Maxime Boutierre in Barcelona's exoticisim.
Read more.

Pengabdi Setan

The 1980's classic horror is ready to come back to life by Joko Anwar.
Read more.

Saturday, March 31, 2018

Review Film menurut ViJo
(Read this first to understand The Jose Movie Review)

The Jose Movie Review
Entah sejak kapan saya mulai menulis review film-film yang pernah saya tonton. Kalau tidak salah sejak jaman Friendster mungkin yah. Waktu itu saya menggunakan fitur “Review”. Lantas ketika Facebook merebak, saya menggunakan fasilitas “Notes”. Enaknya, di “Notes” Facebook saya punya space lebih banyak untuk menjabarkan apa yang ada di otak saya tentang film-film yang saya tonton. Banyak yang suka dan rajin membacanya, tapi tentu saja ada juga yang membencinya dan menganggap saya sok pintar serta sok tahu soal film. Keadaan itu memuncak ketika saya mengkritik orang-orang yang segitu tergila-gilanya dengan 2012 dan Twilight Saga. Bahkan ada teman dekat yang lantas mengunfollow Twitter saya gara-gara saya mengatakan Twilight Saga sebagai film ababil. What??? What’s happened to these people??? But that’s okay, banyak juga koq yang mendukung saya untuk menuliskan buah-buah pikiran saya tersebut. “Biarin lah, setiap orang berhak punya opini,” begitu hibur mereka.
Yes, he’s right! Tiap orang berhak punya opini! Kenapa saya tidak boleh punya opini bahwa Transformers dan Twilight Saga adalah film sampah, sementara mereka yang mengatas-namakan penonton mayoritas merasa fine-fine saja mencaci maki film semacam Watchmen dan film-film berkelas Oscar hanya dengan alasan “membosankan”? Padahal jelas-jelas di setiap review, saya menyertakan argumen yang kuat dan objektif kenapa saya menyukai atau tidak menyukai suatu film. Sekarang siapa sih yang sok pintar? Siapa sih yang shallow?
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, March 15, 2018

The Jose Event Review
Sensasi Benar-Benar
Dikelilingi Adegan Film
di Format ScreenX

Pengalaman sinematik terus-terusan mengalami perkembangan dengan berbagai varian yang menawarkan pengalaman lebih. Setelah 3D, IMAX, Sphere X, 4DX, dan Starium, satu format lagi yang turut memberikan semakin banyak pilihan format bagi penonton Indonesia; Screen X. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Tuesday, October 17, 2017

The Jose Flash Review
Geostorm

Meski namanya cukup populer di genre disaster/sci-fi sebagai produser dan penulis naskah untuk judul-judul legendaris seperti Stargate, Independence Day, dan Godzilla, nama Dean Devlin ternyata selama ini belum pernah didapuk menyutradarai film layar lebar. Kesempatan besar itu baru menghampirinya lewat Geostorm, sebuah film disaster yang awalnya dipegang oleh Paramount lantas berpindah tangan ke Warner Bros.. Namun rupanya nama Devlin ditambah aktor Gerard Butler, Jim Sturgess, Abbie Cornish, Ed Harris, Andy Garcia, dan Daniel Wu belum cukup untuk membuat Warner Bros. percaya diri. Pertama kali diumumkan rilis Maret 2016, kemudian digeser ke Oktober 2016 dan digantikan Batman v Superman: Dawn of Justice. Penundaan kembali dilakukan ke Januari 2017 hingga akhirnya diputuskan Oktober 2017. Konon kabarnya Jerry Bruckheimer pun sempat turun tangan untuk melakukan syuting ulang yang cukup banyak di bawah komando Danny Cannon dari serial CSI selama dua minggu dan memakan dana tambahan sebanyak US$ 15 juta. Tanda-tanda buruk tapi bagaimanapun genre disaster yang sudah cukup lama absen di layar sinema dunia tetap mengundang rasa penasaran.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Sunday, October 15, 2017

The Jose Flash Review
Mereka yang Tak Terlihat

Kesuksesan film-film horor di tangga box office Indonesia tahun ini membuat jadwal bulan Oktober hingga akhir tahun 2017 ini didominasi oleh horor-horor dari berbagai PH. Skylar Pictures yang sebelumnya memproduksi Jinx, Surat Kecil untuk Tuhan (2011), Tebus, The Witness, dan Guardian, pun tak mau kalah. Kembali menunjuk salah satu sutradara/penulis naskah spesialis horor Indonesia, Billy Christian, setelah Rumah Malaikat yang diproduksi SAS Film (sister company Skylar Pictures), kali ini menghadirkan kemasan yang sedikit berbeda lewat Mereka yang Tak Terlihat (MyTT), yaitu memadukan horor dengan pendekatan lebih ke arah drama hubungan ibu-anak. Estelle Linden, bintang sinetron muda yang ternyata punya talenta lebih hingga pernah dipercaya menyutradarai dan memproduseri BFF (Best Friends Forever), juga film produksi SAS Film, pun dipercaya membantu penulisan naskah selain mengisi peran utama.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
One Fine Day [2017]

Meski tergolong baru di ranah perfilman layar lebar nasional, geliat Screenplay Films tak kalah sukses dari pencapaian mereka di FTV. Tahun 2017 ini saja sudah ada lima film yang diproduksi, baik sendiri maupun bersama Legacy Pictures; Promise, London Love Story 2, Jailangkung, Kartini, dan yang baru saja rilis, One Fine Day (OFD). Dengan target audience remaja yang sudah terbangun dengan sangat kuat di tanah air, kesemuanya masuk dalam jajaran film terlaris tahun ini. Meski dari luar terkesan hanya sekedar modifikasi plot dan bongkar-pasang pemain, tetap saja ada daya tarik baru di tiap installment. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
A Day
[하루]

Tema time-loop sudah semakin banyak digunakan untuk berbagai kejadian dan genre film. Kuncinya selalu ada sesuatu yang dipecahkan untuk membuatnya layak (baca: bikin penasaran) untuk diulang-ulang. Misalnya untuk menemukan pelaku pemboman di Source Code, mencoba segala cara mengalahkan pasukan alien di The Edge of Tomorrow, menyadari apa yang selama ini kita lewatkan dalam hidup di Groundhog Day, atau mencegah sebuah kejadian tragis terjadi di Before I Fall. Korea Selatan sebagai salah satu industri film terbesar dan termaju di Asia tak mau kalah mempersembahkan film bertema time-loop dengan segala kekhasan mereka lewat A Day (AD). Disutradarai dan ditulis oleh Cho Sun-ho (penulis naskah Killer Toon) dimana ini merupakan debut penyutradaraan layar lebarnya, AD dibintangi Kim Myung-min dan Byeon Yo-han yang keduanya pernah kita lihat bersama di Six Flying Dragons, serta aktris cilik yang sempat memukau di The Handmaiden, Jo Eun-hyung. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Friday, October 13, 2017

The Jose Flash Review
The Promise
[เพื่อนที่ระลึก]

Krisis finansial Tom Yum Kung yang melanda Thailand pada tahun 1997 lalu meninggalkan landmark yang masyhur hingga saat ini, Sathorn Unique Tower, bahkan hingga di luar Thailand. Menjadikan gedung setinggi 49 lantai yang terbengkalai ini kerap menjadi objek wisata, khususnya ‘wisata uji nyali’. Konon kabarnya, gedung tersebut sengaja dibiarkan terbengkalai sebagai monumen kegagalan ekonomi Thailand kala itu. Seperti gedung terbengkalai lainnya, Sathorn Unique Tower juga diwarnai cerita-cerita angker. Apalagi setelah akhir 2014 lalu seorang pria berwarga negara Swedia ditemukan tewas tergantung di lantai 43. 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Thursday, October 12, 2017

The Jose Flash Review
Blade Runner 2049

Di genre sci-fi, Blade Runner (BR - 1982) menjadi salah satu pionir yang punya pengaruh besar terhadap perkembangan genre tersebut hingga masa kini. Diadaptasi bebas dari novel karya Philip K. Dick (yang kerap dianggap sebagai Bapak Sci-Fi), Do Androids Dream of Electric Sheep?, BR kala itu menyuguhkan visualisasi distopia Los Angeles di tahun 2019 dengan berbagai pernak-pernik futuristik yang menginspirasi serial Battlestar Galactica dan Ghost in the Shell. Perlu 35 tahun kemudian sekuelnya, Blade Runner 2049 (BR2049), dirilis. Padahal pengembangan sebuah sekuel sudah didengungkan Ridley sejak 2007 dengan berbagai ide pengembangan yang terus berubah-ubah dan akhirnya mengalami pembatalan. Tahun 2011 Ridley akhirnya secara resmi mengumumkan produksi meski baru bisa dimulai tahun 2013. Ridley sendiri akhirnya mundur sebagai sutradara (konon kabarnya lebih mengutamakan men-direct Alien: Covenant) tapi tetap duduk sebagai salah satu produser. Denis Villeneuve yang kita kenal lewat The Prisoners, Sicario, dan terakhir, Arrival, ditunjuk untuk duduk di bangku sutradara dengan kembalinya Hampton Fancher yang menyusun naskah film pertama, dibantu Michael Green (Logan dan upcoming, Murder on the Orient Express versi 2017). 
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
Chef [2017]

Chef (2014) merupakan film ‘kejutan’ yang diproduksi, disutradarai, ditulis naskahnya, sekaligus dibintangi sendiri oleh Jon Favreau. Tergolong produksi ‘kecil’ (budgetnya ‘hanya’ US$ 11 juta) tapi punya ide yang menarik dan menggoda. Menggabungkan tema kuliner dengan father-and-son relationship sekaligus self-rediscovery. Tak salah jika kemudian menarik perhatian sinema Hindi yang dikenal suka mengadaptasi materi asing menjadi relevan dengan budaya setempat. Adalah Raja Menon (Airlift) yang memproduksi, menyutradarai, sekaligus menyusun naskahnya bersama Ritesh Shah dan Suresh Nair (keduanya pernah berkolaborasi untuk naskah Airlift, Kahaani, D-Day, Te3n, dan Kahaani 2). Aktor Dil Chahta Hai, Kal Ho Naa Ho, Omkara, Love Aaj Kal, dan Cocktail, Saif Ali Khan dipercaya mengisi karakter utama. Didukung pula oleh Padmapriya yang lebih dikenal di film-film berbahasa Telugu, Malayalam, dan Tamil, Ram Gopal Bajaj yang pernah mendukung The Myth-nya Jackie Chan dan terakhir kita lihat di Jolly LLB 2, serta aktor cilik pendatang baru, Svar Kamble yang pernah mendukung Chidiya (2016).
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

Monday, October 9, 2017

The Jose Flash Review
My Little Pony The Movie

Bukan hal yang mengejutkan bahwa serial TV yang sukses akan hijrah ke layar lebar, tak terkecuali untuk serial animasi 2D tradisional. Adalah My Little Pony, serial TV yang populer di berbagai belahan dunia berdasarkan mainan produksi Hasbro sejak 1982. Sempat di-reboot mulai tahun 2010 dengan judul My Little Pony: Friendship is Magic, Hasbro (di bawah Allspark Pictures) bekerja sama dengan DHX Media dan Toon Boom Animation asal Kanada untuk membawanya ke layar lebar dengan judul My Little Pony The Movie (MLPTM). Selain Ashleigh Ball, Michelle Creber, Nicole Oliver, Andrea Libman, Tabitha St. Germain, Britt McKillip, Peter New, dan Tara Strong yang berasal dari serial aslinya, MLPTM juga dimeriahkan oleh voice talent populer seperti Emily Blunt, Taye Diggs, Michael Peña, Zoe Saldana, Liev Schreiber, hingga biduan, Sia. Tetap setia dengan format animasi 2D tradisional (yang berarti merupakan film layar lebar animasi 2D ketiga di era 2010-an setelah Winnie the Pooh (2011) dan The SpongeBob Movie: Sponge Out of Water (2015)), MLPTM mencoba peruntungannya.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

The Jose Flash Review
The Foreigner

Sepak terjang Jackie Chan di perpetaan film internasional terus berlanjut. Tak hanya Hollywood, kali ini ia ‘mencoba peruntungan’ di Inggris. Di bawah bendera Sparkle Roll Media miliknya, bekerja sama dengan dua raksasa perfilman Cina yang telah menancapkan investasi di Hollywood, Huayi Brothers Pictures dan Wanda Pictures, beserta PH non-major Hollywood, STX Entertainment, diproduksilah The Foreigner yang diangkat dari novel karya Stephen Leather, The Chinaman (pertama kali dipublikasikan tahun 1992). Orang-orang di belakangnya bukan sembarangan. Naskah adaptasinya dikerjakan oleh David Marconi (Enemy of the State), sementara bangku penyutradaraan dipercayakan kepada Martin Campbell (GoldenEye, The Mask of Zorro, Casino Royale, dan Edge of Darkness). Mendampingi Jackie Chan, dipilihlah mantan Bond, Pierce Brosnan yang menandai kerjasama kedua dengan Campbell pasca GoldenEye. Didukung Rufus Jones, Charlie Murphy, Rory Fleck Byrne, dan Katie Leung.
Rate film ini menurut Anda:
{[['']]}

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates